Sabtu, 12 Desember 2009

Pilihan Tuk Jadi Jutawan

"Hidup adalah pilihan...." itulah memang salah satu ungkapan yang benar adanya, terutama jika kita menelisik pada fenomena yang tengah terjadi pada bangsa ini, bahwa hampir 90% masyarakat kita bercita-cita untuk menjadi karyawan terutama bagi mereka yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan SMU-Perguruan Tinggi (D1-S1). Kenapa tidak, kita lihat dan perhatikan saja betapa sesaknya para pendaftar yang mengikuti tes CPNS tahun ini, dan hanya berapa persennya saja yang lolos jadi PNS (tidak lebih dari 10%), lalu kemana orang-orang yang tidak berhasil lolos mengikuti tes CPNS?? Menganggur?? mungkin, padahal tetap saja orientasi dari mereka semua adalah mendapatkan profit sebanyak mungkin.
Jumlah penganggur di nusantara tercinta ini tiap tahun selalu meningkat, berdasarkan data yang didapat penulis bahwa jumlah penganggur lulusan sekolah menengah terus meningkat dari 2,1 juta orang pada tahun 1997 menjadi 2,5 juta orang pada tahun 2000. Peningkatan jumlah penganggur ini juga terjadi pada lulusan perguruan tinggi , tidak kurang dari 250 ribu penganggur lulusan sarjana tiap tahunnya, 120 ribu lulusan Dipoma III dan 60 ribu lulusan Diploma I dan II. Masalah kemudian timbul karena ternyata hanya 10 s/d 15% nya saja yang dapat terserap dunia kerja dan industri.
Maka hanya dengan ber-entrepreneurlah problematika diatas dapat terjawab. Untuk menjadi wirausahawan tidak ada kriteria yang mengharuskan bahwa pelaku merupakan lulusan universitas favorit, ipk cumloud, keturunan pengusaha atau apapun, semua orang bisa jadi wirausahawan. Pemilik Microsoft : Bill Gates, CEO Oracle: Lawrence Larry Ellinson, Pemegang saham kedua Microsoft: Paul Ellen, Pemilik Yahoo : Jerry Yang dan David Filo, Pemilik Google : Larry Page dan Sergey Brin, Pemilik Amazon.com : Jeff Bezos serta di Indonesia ada Purdi E Chandra, Bob Sadino dan sebagainya yang merupakan beberapa contoh para pengusaha sukses dengan dedikasi terbaik yang merangkak usahanya dari nol tanpa mengandalkan ijazahnya dan bahkan sebagian dari mereka merupakan drop out perguruan tinggi. Ber-entrepreneur juga memiliki peluang sukses dan mendapatkan profit yang banyak jika dibandingkan menjadi karyawan yang tiap bulannya mendapatkan gaji tetap (comfort zone), itu semua tergantung pada kerja keras serta kreativitas kita.
Berdasar atas survey dan riset terhadap para jutawan, pada dasarnya ada lima cara agar menjadi kaya, yang dimulai dar nol.
1. Menjadi Pengusaha (Entrepreneur)
Jalan nomor satu menuju kekayaan, diperingkat teratas dan puncak parade sepanjang sejarah kehidupan adalah kewirausahaan, kewirausahaan termasuk segala macam bisnis, dari bertani, jasa angkutan, real estate, komputer dan sebagainya.
2. Menjadi Eksekutif
Cara lain menjadi kaya adalah menjadi eksekutif yang dibayar mahal oleh sebuah perusahaan sukses yang saham-sahamnya sangat berharga.
3. Menjadi Seorang Profesional
Kita dapat menjadi jutawan dengan menjadi seorang profesional yang dibayar mahal, seperti : dokter, pengacara, arsitek, akuntan dan orang dengan gelar lain yang membebankan tagihan tinggi atas jasa mereka.
4. Menjadi Penjual
Suatu sumber penting dari mereka yang menjadi jutawan atas usaha sendiri adalah para tenaga penjual dan konsultan penjualan.
5. Lainnya
Sisa dari mereka yang menjadi jutawan adalah atas usaha sendiri yang mencakup semua orang yang menghasilkan uang dari bursa saham, melalui penemuan, penulisan buku dan lagu serta menang undian.
Maka prosentasenya adalah sebagai berikut :
1. Memiliki usaha sendiri 74%
2. Posisi Eksekutif Senior 10%
3. Dokter, Pengacara dan profesi lainnya 10%
4. Tenaga penjual dan konsultan penjualan 5%
Dari penjelasan diatas, jika yang dicari adalah profit tentunya peluang terbesar untuk mendapatkan profit sebesar-besarnya ada pada wirausahawan, sekarang pilihan ada ditangan pembaca apakah mau jadi wirausahawan, eksekutif, profesional, tenaga penjual, tenaga lainnya atau merangkap diantaranya. Namun dalam hal ini penulis hanya berpesan bahwa apapun yang kita yakini untuk mendapatkan profit, tekunilah dan bersabarlah serta kerjakanlah yang terbaik untuk kita ataupun untuk perusahaan.


Sabtu, 05 Desember 2009

Usaha Searching Nutrisi Baik Untuk Otak

Siang tadi sepulangnya dari kampus dengan niat untuk konsultasi dengan salah satu dosen mengenai judul proposal tesis yang ternyata tidak dapat saya temui, dikarenakan kegiatan beliau yang sangat padat, maka dengan langkah yang kurang bersemangat akhirnya sayapun berniat untuk bergegas pulang, namun ketika ditengah perjalanan pulang dan melewati salah stu toko buku terbesar di Indonesia "Gramedia", dengan reflek sayapun langsung membelokkan sepeda motor saya ke tempat parkir toko buku Gramedia guna hunting buku baru untuk nutrisi otak.
Setelah memarkirkan sepeda motor, sayapun langsung bergegas masuk ke dalam, rak demi rak, buku demi buku saya pegang dan saya baca sekilas tentang konten didalamnya, namun hanya ada dua buah buku yang saat itu membuat saya makin penasaran mengenai kontennya.Buku pertama yakni sebuah buku karangan Valentino Dinsi dengan judul "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian #2", sebuah buku best seller edisi kedua milik Valentino Dinsi yang sangat inspiring dan berisi tentang tips dan trik untuk membangun usaha/bisnis sendiri tanpa bergantung pada gajian yang diterima setiap bulan untuk menjadi orang kaya.
Buku kedua yang saat itu memikat hati saya yaitu buku karangan M. Arief Budiman, seorang penulis buku best seller " Jualan Ide Segar" yang merupakan direktur disalah satu perusahaan periklanan "PT.Petak Umpet", yakni sebuah buku dengan judul " Tuhan Sang Penggoda", buku dengan judul yang cukup unik dan memikat itu akhirnya saya ambil juga. Tak pikir panjang sayapun langsung bergegas menuju kasir untuk membayarnya dengan perasaan yang tak sabar untuk segera membaca dan mengetahui tentang isinya. Semoga kedua buku tersebut dapat dijadikan nutrisi yang cukup baik buat otak, semoga.

Selasa, 01 Desember 2009

Semangat Entrepreneur yang Berawal dari Rasa Iba

Berawal ketika melihat dan memperhatikan kehidupan beberapa rekan kos saya, yang masih menempuh jenjang pendidikan S1, ketika sepulangnya dari kuliah rutinitas yang dilakukan hanya menonton televisi atau bermain game. Berawal dari situ maka hati kecil saya mulai tergerak untuk mengajak rekan saya tersebut agar memiliki kegiatan yang lebih positif dan lebih bermanfaat, seperti berolahraga, kursus atau mengikuti salah satu organisasi di kampusnya, namun ternyata ajakan saya tersebut tidak begitu di gubris dan akhirnyaajakan sayapun gagal dan tidak diindahkan. Beberapa usaha dan ajakan telah saya lakukan karena rasa iba yang saya miliki dan akhirnya setelah beberapa minggu kemudian akhirnya ada salah satu teman saya yang menawarkan saya bahwa ada konter hp dan pulsa yang rencananya akan dioper kontrak dan beralamat di dekat kampus dimana rekan kos saya tersebut kuliah, tak pikir panjang akhirnya sayapun menawarkan kepada 2 rekan kos saya tersebut untuk menjadi karyawan saya guna menjaga konter tersebut dengan prosentase penghasilan 60% untuk saya selaku pemilik konter dan 40% untuk kedua rekan saya selaku penjaga konter hp dan pulsa tersebut dan syukur Alhamdulillah kedua rekan sayapun langsung mengiyakan.Tak lama kemudian sayapun diperkenalkan dengan yang empunya konter tersebut dan dengan melalui proses negoisasi yang cukup sengit serta dengan berbekal sifat optimisme yang tinggi akhirnya konter hp tersebutpun saya dapatkan. Dan tepat pada tanggal 30 November 2009 konter hp dan pulsa tersebut resmi saya miliki dengan sistem sewa kontrak hingga bulan April 2010.
Dalam hal ini urgensi saya untuk membuka konter tersebut, disamping memang untuk mengembangkan usaha yang saya miliki juga untuk memberikan kegiatan yang lebih positif kepada rekan saya tersebut guna memiliki semangat entrepreneur yang tinggi serta agar rekan saya tersebut mendapatkan penghasilan tambahan dari prosentase sebagai penjaga konter tersebut.
Planning kedepan yang saya miliki saat ini untuk konter dengan ukuran bangunan -+5m x 3m tersebut disamping memang menjual pulsa, voucher fisik dan perdana serta hp, juga menerima jasa pengetikan dan jasa nge-print mengingat konter tersebut merupakan area dekat kampus dimana kedua rekan kos saya tersebut kuliah di kampus tersebut.
Semoga saja usaha yang saya lakukan ini menuai kebaikan dan mendapatkan berkah dariNya, amiin.

Senin, 23 November 2009

Merefresh Kembali Esensi Dari Qurban

Tinggal hitungan hari lagi seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia akan memperingati dan merayakan hari akbar yang kedua setelah Idul Fitri yaitu hari raya Qurban atau hari raya Idul Adha. Dalam hal ini penulis mengajak seluruh pembaca setia bog sederhana ini untuk sedikit me-refresh, merefleksi serta merenungi esensi dari peristiwa yang penuh dengan hikmah tersebut. Peristiwa historis tersebut tentulah memiliki makna yang sangat dalam bagi semua umat muslim, dimana salah seorang RasulNya mendapat ujian yang sangat berat demi menjalankan misi mulia dalam menyebarkan syiar Islam.
Dilihat kebelakang dari peristiwa tersebut, ujian yang dialami oleh Rasul Allah Ibrahim as adalah berawal ketika beliau mendapati sebah mimpi diamana beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih/mengurbankan anaknya yaitu Nabi Ismail as, dan ketika mimpinya itu disampaikan kepada anak semata wayangnya tersebut, sungguh luar biasa seorang Ismail as kecil dengan penuh kesabaran dan keberanian menjawab " Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
Dilematis memang yang dialami Nabi Ibrahim as saat itu, disatu sisi beliau tidak ingin mengingkari apa yang diperintahkanNya namun disisi lain beliaupun sangat menyayangi anak semata wayangnya dan tidak ingin mengurbankannya, namun dengan kekuatan iman dan keikhlasan yang dimilikinya perintahNyapun dijalankan demi mendapatkan ridhoNya. Akhirnya saat peristiwa tersebut berlangsung seorang Ismail as kecilpun diganti oleh Allah SWT dengan seekor hewan qurban yaitu berupa seekor domba sebagai simbol dari sebuah syariat.
Peristiwa historis yang dramatis tersebut disamping merupakan spiritualitas yang bersifat formal juga merupakan sebuah peristiwa yang mengandung banyak hikmah yang tentunya dapat diaplikasikan dalam kehidupan umat Islam. Dari peristiwa tersebut dapat kita ambil hikmah yang sangat substansial yaitu dimana seorang hamba Allah SWT benar-benar memiliki trustment yang bersifat absolut bahwa keesaan itu hanya milik Allah SWT semata dan segala hak perogratif, petunjuk serta otorisasi dalam kehidupan juga hanya milikNya. Tentunya sebagai hamba Allah SWT yang beriman kita wajib untuk menerima atas segala yang telah digariskan Allah SWT kepada kita seperti yang telah terjadi dalam peristiwa bersejarah tersebut.
Dalam peristiwa yang kental dengan unsur dogmatis tersebut juga terkandung pesan humanis untuk kita semua, dimana seorang Ismail as kecil diganti dengan seekor hewan qurban saat akan disembelih. Pesan humanis ini tentunya akan lebih kentara saat diimplementasikan dengan cara membagikan daging hewan qurban tersebut kepada kaum duafa/sesama.
Dan akhirnya dengan adanya peristiwa dramatis tersebut sampai sekarang umat muslim diseluruh penjuru dunia telah mengaktualisasikan peristiwa bersejarah tersebut yaitu dengan menyembelih hewan qurban saat hari raya Idul Adha. Semoga dengan memperingati dan mengimplementasikan peristiwa tersebut saat hari raya Idul Adha nanti dapat memberikan angin segar bagi masyarakat Indonesia yang telah mengalami berbagai macam dekadensi dan krisis dalam menjalankan kehidupan dan semoga amal ibadah yang akan dilaksanakan saat Idul Adha kelak mendapat ridhoiNya, sesuai dengan salah satu khadist nabi Muhammad SAW juga mengatakan bahwa " tiada ibadah yang sangat mulia disisi Allah SWT pada saat Idul Adha selain menyembelih hewan Qurban".

»» Selengkapnya .....