Selasa, 09 Februari 2010

Kriminalisasi Dalam Facebook

Salah satu jenis situs jejaring yang mampu menyaingi ketenaran dari friendster adalah facebook, situs ini bahkan telah menjalar keberbagai penjuru di seluruh dunia dan untuk di Indonesia setiap waktu dan setiap saat hampir semua orang menggunakan facebook guna menghilangkan kepenatan, sekedar chatting, main game, syiar agama, promosi sesuatu bahkan sebagai media guna melakukan tindak kriminal. Saat ini ketenaran friendster tempo doeloe bisa dikatakan hampir tengah lekang dimakan waktu seiring dengan ketenaran facebook yang semakin membooming (sebooming kasus Sammy, pentolan band Kerispatih yang terjerat kasus narkoba, he he he....).
Penggunaan situs jejaring yang telah dibuat oleh Mark Zuckerberg membawa berbagai dampak bagi diri seseorang, baik dampak positif maupun negatif. Kali ini saya akan mencoba membahas dampak negatif dari penggunaan Facebook, karena saya yakin para pembaca postingan saya kali ini adalah manusia-manusia baik yang mafhum akan etika dalam menggunakan facebook.
Siang tadi saat makan siang di Warteg (Warung Tegel, eh Warung Tegal maksudnya, he he he...) dan melihat tayangan televisi yang saat itu channelnya tengah menayangkan berita di tanah air, hampir beberapa kali dalam berita tersebut membahas mengenai kriminalisasi facebook yang saat ini sedang meraja lela, kenapa tidak, pemanfaatan facebook yang dipandang sebagian orang lebih banyak mengandung unsur mudharatnya itu telah benar-benar diadopsi guna melakukan berbagai tindak kriminal, mulai dari perdagangan wanita, transaksi ilegal, penipuan hingga penculikan.Aksi-aksi tersebut telah membuat geram berbagai kalangan, penggunaan facebook pun mulai membuat resah sebagian masyarakat (sungguh penjahat yang pintar, ga gaptek,,,!!! he he he...), beberapa kasus memang dapat terkuak oleh pihak berwajib tapi sisanya ??? Bahkan di beberapa kantor saat ini juga tengah rajin melakukan berbagai operasi kepada karyawannya yang sedang ketagihan situs jejaring tersebut hingga stadium 4 yang berdampak pada kinerja yang kurang optimal.
Dari berbagai problematika tersebut, yang dibutuhkan oleh para pengguna facebook hanyalah etika, etika tidak hanya dibutuhkan di dunia nyata namun di dunia maya juga. Laiknya didunia nyata, di dunia maya juga terdapat aturan-aturan yang wajib diaplikasikan oleh user ketika menjelajah di cyber world. Dalam berbagai kasus yang mulai merebak itulah seharusnya pemerintah ataupun pihak berwajib lebih gencar dalam mensosialisasikan UU ITE yang sudah dibentuk untuk lebih benar-benar ditegakkan. Atau mungkin akan lebih baik jika para pengguna facebook, identitas yang telah terregister dilinierkan dengan no.KTP masing-masing yang telah dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (Just for 17+, mungkin ga ya??) jadi tingkat cybercrime lebih bisa diminimalis.
Sebenarnya dampak negatif atau positif, manfaat atau mudharat dalam penggunaan facebook atau apapun tergantung dari diri kita masing-masing, Jadi Kharam ataupun khalal juga tergantung dari yang menggunakannya, pisau bisa jadi khalal atau kharam semuanya tergantung pada anda.

Sabtu, 06 Februari 2010

Hidup Memang Bukan Sekedar Urusan Perut

Kemarin saat tengah didera berbagai macam kesibukan dalam mengaplikasikan spirit entrepreneurship di tanah kelahiran Brebes yang gersang nan panas itu, tiba-tiba suara telepon selular dari balik celana saya berbunyi, langsung saja saya terima panggilan tersebut yang ternyata dari ibu saya tercinta, beliau mengabarkan bahwa keponakan beliau (tentunya sepupu saya) akan melangsungkan operasi kanker payudara tepat jam 13.00 WIB di RS Siaga Medika Banyumas dan beliau menginginkan agar saya mengantarkan beliau dengan keluarga yang lain ke kota dimana sepupu saya akan melangsungkan operasinya itu. Sungguh dilematis, saya yang konon sedang didera semangat entrepreneur hingga stadium 4 dan telah memiliki schedule untuk sepekan kedepan saat liburan di tanah kelahiran memiliki secamam mandat dari sosok orang yang paling saya cintai tersebut.
Akhirnya schedulepun saya update dan sayapun mengiyakan mandat dari orang yang paling saya hormati itu. Namun saya kembali mengatakan ke ibu saya bahwa saya tidak bisa menginap dikarenakan masih banyak urusan yang mesti saya selesaikan dan syukur Alhamdulillah beliaupun mengabulkan sedikit interupsi dari anaknya yang nakal ini. Perjalanan dari Brebes ke Banyumas kurang lebih 3-4 jam, kamipun baru meluncur ke kota Banyumas saat pukul 16.00 WIB (saat operasi sepupu saya telah sukses dilangsungkan) dikarenakan masih ada beberapa urusan yang mesti saya selesaikan terlebih dahulu.
Setibanya di RS. Medika Siaga kota Banyumas yaitu sekitar pukul 19.00 WIB kamipun langsung memanfaatkan waktu sebaik, seefektif dan seefisien mungkin guna memberi sedikit petuah dan spirit kepada sepupu saya yang tengah didera musibah dikarenakan kami harus balik ke kota yang terkenal dengan telor asinnya tersebut (Brebes) sekitar pukul 21.00 WIB. Di sela-sela waktu itupun saya langsung melakukan interaksi dengan sepupu saya guna memberi sedikit pencerahan yang mungkin sangat membosankan bagi dia, bahwa sesungguhnya Allah tidak akan memberi musibah/cobaan kepada makhlukNya diluar batas kemampuan makhlukNya tersebut maka dari itu bersabarlah dan sesungguhnya di balik kesulitan selalu ada kemudahan yang masih menjadi rahasiaNya, tapi saat itu ada kalimat terakhir yang saya ucapkan dan membuat sepupu saya serta suaminya sedikit tertegun yaitu Shodaqoh bisa menjadi tolak bala.
Tepat pukul 22.00 WIB (diluar schedule kami) kamipun langsung berpamitan untuk pulang ke Brebes. Selama perjalanan pulang terlintas diotak saya bahwa ada pelajaran yang sangat berarti dan berharga bagi saya yakni sesibuk apapun seseorang dalam mencari financial, seberapapun semangatnya seseorang dalam mencari profit atau mungkin se Bete apapun seseorang dalam menjalankan hidupnya (mending mati aja ya??? he he he....), sebagai makhluk yang telah didoktrin sebagai makhluk sosial luangkanlah waktu untuk senantiasa menjalin silaturrahmi dengan sesama, jenguk dan hiburlah teman, sanak, kerabat yang tengah didera musibah, dengan menjenguk dan menghibur orang yang terkena musibah terang saja rasa Syukur kita kepadaNya semakin meningkat (semoga). Karena memang hidup bukan hanya sekedar urusan perut.

Senin, 01 Februari 2010

Renungan Di Tengah-Tengah Peraduan

Di keheningan malam dengan intensnya rintikan air hujan yang menetes ke bumi.
Dan ditengah-tengah khusyu'nya orang-orang sholeh yang tengah melaksanakan ritual tahajud.
Serta irama jangkrik dan kodok yang saling bersautan dengan kompaknya.
Saat semua orang tengah dalam peraduan untuk merelaksasikan jiwa, fisik dan pikirannya.
Ku terbagun dalam sebuah peristirahatan yang sedang kunikmati.
Pikirankupun terngiang akan nikmatMu yang telah Kau berikan padaku.
Entah tak terkira dan tak terhitung saat kucoba mengingat nikmat-nikmatMu yang Kau berikan untukku.
Hatiku bergetar saat ku ingat betapa baiknya Engkau padaku.
KebaikanMu sungguh sangat berarti dan berharga bagiku.
Malu rasanya diri ini ketika aku mengingat dosa-dosa yang telah kuperbuat padaMu.
Bodoh rasanya diri ini saat berulang kali aku melakukan kesalahan padaMu.
Entah berapa kalkulasi kesalahan, kejahilan, kedzaliman serta kelalaian yang telah kuperbuat.
Sedangkan aku tahu Engkau tak pernah lalai ataupun tidur.
Akupun tahu kalau Engakau Maha melihat dan Maha Mendengar.
Namun mengapa kerap kali aku menganggapMu tak melihat dan tak mendengar???
Mengapa jua kerap kali aku lupa dan lalai kepadaMu??
Padahal jiwa ini terasa hampa saat aku tak mengingatMu.
Hati ini selalu gundah gulana dan diliputi kebimbangan saat aku tak menyandarkan segala problematika hidup kepadaMu.
Sungguh aku ini salah satu makhlukMu yang tak tau berterima kasih.
Rapor merah mungkin telah aku dapatkan dengan sempurna.
Tapi sebenarnya aku tak sudi mendapatkan predikat manusia yang merugi di mataMu.
Aku juga tak mau diabaikan begitu saja olehMu.
Ya Allah... ampunilah makhlukMu yang kecil tapi bandel ini.
Bimibinglah terus agar tetap stagnan dan istiqomah di jalan yang Engkau Ridho'i.
Jewerlah aku ketika aku mencoba tuk melupakan dan melalaikanMu.
Karena aku yakin Engkau adalah Maha Pengasih, Penyayang serta Maha Penerima taubat.
Dan akupun sangat yakin kalau Engkau yang empunya adzab yang sangat pedih.......

Kamis, 28 Januari 2010

Kritikan Hendaknya Untuk Instropeksi

Siang tadi tepatnya 100 hari pemerintahan SBY-Boediono terjadi demo besar-besaran hampir di seluruh kota di Indonesia. Namun Alhamdulillah rasa yang telah saya khawatirkan ini tidak terulang kembali yaitu demo akbar yang ricuh saat reformasi untuk menurunkan bapak pembangunan kita yaitu Alm. presiden Soeharto. Dari sini dapat di ambil suatu konklusi bahwasanya SDM para pendemo semakin meningkat, sikap untuk berlaku anarkis juga dapat terkikis perlahan-lahan, pendemo juga lebih mature dalam menyikapi suatu masalah (ini merupakan poin plus buat para pendemo khususnya kalangan mahasiswa, karena demo didominasi oleh kaum akademis tersebut).
Demo agung tersebut terang saja dilakukan demi menunjukan rasa respect-nya terhadap masyarakat kalangan menengah kebawah dan masyarakat yang merasa terdzolimi serta untuk mengkritisi program kerja dari pemerintah selama 100 hari yang dinilai gagal oleh sebagian masyarakat Indonesia. Sebagai seseorang yang menduduki kursi pemerintahan terang saja hal tersebut menjadi kritikan pedas yang wajib hukumnya untuk diperhatikan.
Berdasarkan pengamatan bodoh saya, masyarakat hanya menginginkan agar janji-janji yang telah disampaikan terdahulu agar dapat terealisasi dengan sesungguhnya, mulai dari pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pendidikan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu serta harga sembako yang lebih terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah supaya dapat tersebar dengan merata. Inilah yang seharusnya lebih diprioritaskan bagi pemerintah.
Begitu juga dengan iklim politik yang memanas akhir-akhir ini, saya menilai kesungguhan pemerintah dalam menuntaskan masalah politik yang terjadi di nusantara ini hanya berjalan setengah-setengah (tidak ada totalitas dalam menangani hal tersebut). Kesemuanya itu tentu dapat diterawang, dari mulai masalah KPK, kriminalisasi/mafia hukum, pemberantasan korupsi yang tebang pilih, supremasi hukum yang sangat rapuh serta penggelapan uang Bank Century yang entah raib dimakan oleh raksasa jahat mana (kredibilitas tim 8 yang telah dibentuk oleh pak SBY teruji disini, hanya publik yang dapat menilainya).
Dari beberapa kasus tersebut dan akbarnya demo yang terjadi, hendaknya pemerintah lebih banyak mawas diri dan memperbanyak introspeksi diri guna membangun pemerintahan yang lebih baik (laiknya mazhab blog saya :"Menjadi Lebih Baik", he he he.....), dibutuhkan juga kerja keras dan totalitas dalam menangani semua problematika yang terjadi di tanah ibu pertiwi ini, bukan malah ber-su'udzon macam-macam dengan kalangan tertentu atau musuh politiknya terdahulu, sampai-sampai terlontar kata " Pemakzulan " segala. Kalau lebih jauh saya hendak mengatakan akan lebih baik jika pemerintah untuk membeli cermin yang besar dan digunakan sebagai mana mestinya, karena tidak ada asap kalau tidak ada api.
Sebagai warga negara yang menghuni tanah ibu pertiwi ini saya akan terus men-support pemerintah guna me-recovery strukturisasi serta iklim politik yang tengah memanas ini, karena tidak ada kata terlambat untuk selalu be better. Dan sebagai seorang akademisi saya juga akan mendukung mahasiswa serta masyarakat umum guna selalu mengontrol serta mangawasi jalannya pemerintahan demi tercapainya pemerintahan yang lebih solid.
Saya percaya kalian maka dari itu jangan sampai kalian mengecewakan apalagi mengkhianati kami, yang hak katakan hak dan yang bathil katakan juga bathil, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu, gitu aja kok repot...????

»» Selengkapnya .....